Beranda/Blog/Edukasi Gizi

Gula Tersembunyi di Minuman Kemasan

Oleh Dimas Ozal · 22 Agustus 2026 · 4 menit baca · Edukasi Gizi

Gula Tersembunyi di Minuman KemasanSumber Foto: shutterstock.com

Coba tebak: dari tujuh minuman kemasan populer di Indonesia — termasuk soda, teh soda, kopi kemasan, jus, dan minuman berklaim vitamin — mana yang gulanya paling tinggi per kemasan? Kalau jawaban Anda adalah salah satu soda, coba cek lagi.

Dalam satu botol 140 ml YOU.C1000 Vitamin Orange — minuman yang dipasarkan dengan klaim vitamin C dan kesan “menyehatkan” — terkandung 20 gram gula. Itu setara 40% dari anjuran batas gula tambahan harian Kementerian Kesehatan RI (50 gram, atau sekitar 4 sendok makan), dalam satu botol kecil yang biasanya habis dalam beberapa tegukan.

Data Gula Sungguhan, Bukan Tebakan

Kami menelusuri data komposisi gizi tujuh minuman kemasan siap-minum di database AKG-izi — semuanya diekstrak langsung dari label kemasan asli, bukan dari klaim pemasaran. Berikut gula per kemasan (bukan per 100 ml, supaya sesuai dengan yang benar-benar Anda minum sekali habis) dan persentasenya terhadap anjuran 50 gram/hari:

  • F&N Sarsi (325 ml) — 37 g gula ≈ 74% anjuran harian

  • Tebs Sparkling Mix Fruit (250 ml) — 30 g gula ≈ 60% anjuran harian

  • Coca-Cola Original (250 ml) — 27 g gula ≈ 54% anjuran harian

  • Country Choice Jus Buah Jeruk (250 ml) — 26 g gula ≈ 52% anjuran harian

  • Kopi Kenangan Black Aren (220 ml) — 25 g gula ≈ 50% anjuran harian

  • Jungle Juice Orange Juice Drink (200 ml) — 21 g gula ≈ 42% anjuran harian

  • YOU.C1000 Vitamin Orange (140 ml) — 20 g gula ≈ 40% anjuran harian

Perhatikan: YOU.C1000 memang berada di posisi paling bawah daftar ini secara gram absolut — tapi kemasannya juga paling kecil (140 ml). Kalau dihitung per 100 ml, kadar gulanya (14,3 g/100 ml) justru lebih tinggi dari Coca-Cola Original (10,8 g/100 ml). Klaim “vitamin” di depan botol tidak mengatakan apa pun soal ini.

Kenapa Ini Bisa Terjadi

Tidak ada aturan yang melarang minuman berklaim vitamin, kesehatan, atau “menyegarkan” untuk mengandung gula tinggi. Gula sering dipakai justru untuk menyeimbangkan rasa asam dari vitamin C atau ekstrak buah, dan klaim di depan kemasan (mis. “mengandung Vitamin C”) secara hukum boleh berdiri sendiri tanpa menyebut kadar gula sama sekali.

Ini bukan berarti produk-produk di atas “curang” — semuanya tunduk pada aturan pencantuman label yang berlaku, dan angka gulanya memang tertulis di kemasan. Masalahnya adalah di mana angka itu tertulis (dalam tabel kecil di sisi kemasan) dibanding klaim yang dicetak besar di bagian depan.

Gula Total vs Gula Tambahan

Satu hal yang perlu diperjelas: apa yang biasa Anda lihat di label sebagai “Gula” umumnya adalah Gula Total — gabungan semua jenis gula termasuk gula alami yang sudah ada dalam bahan bakunya, bukan hanya gula yang sengaja ditambahkan saat produksi. Label Indonesia belum secara umum mewajibkan pemisahan keduanya seperti di beberapa negara lain, jadi angka yang Anda lihat di label kadang mencampur keduanya jadi satu nilai.

Untuk minuman berbahan dasar sirup/konsentrat seperti sebagian besar produk di atas, mayoritas gula yang tercantum praktis adalah gula tambahan — bukan gula alami dari buah utuh.

3 Langkah Praktis Baca Gula di Label

  1. Cek Takaran Saji dulu. Angka gula di tabel gizi selalu mengacu ke satu takaran saji — pastikan itu memang sama dengan jumlah yang akan Anda habiskan, bukan cuma sepertiga kemasan.

  2. Hitung per kemasan, bukan cuma per 100 ml. Kemasan kecil dengan angka “per 100 ml” yang tampak rendah bisa saja tetap tinggi total gulanya kalau Anda habiskan sekaligus — atau sebaliknya, kemasan besar bisa terlihat wajar per 100 ml tapi tinggi secara total.

  3. Jangan berhenti di klaim depan kemasan. Kata “vitamin”, “segar”, “alami”, atau “less sugar” tidak menggantikan angka di tabel Informasi Nilai Gizi. Baca angkanya, baru simpulkan.

Ingin mengecek minuman kemasan lain yang biasa Anda beli? Semua data di atas — dan ribuan produk FMCG lainnya — bisa Anda telusuri langsung di katalog produk AKG-izi.