Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziADI (Acceptable Daily Intake)

ADI (Acceptable Daily Intake)

Status Keamanan
Informasi / Satuan
Batas Asupan Harian (ADI)
Tergantung pada jenis zat spesifik (dinyatakan dalam mg/kg berat badan/hari sesuai ketentuan JECFA dan BPOM)
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
Definisi Ringkas
Jumlah maksimal zat (biasanya Bahan Tambahan Pangan) yang dapat dikonsumsi setiap hari seumur hidup tanpa risiko kesehatan yang berarti.

Penjelasan Lengkap

ADI (Acceptable Daily Intake) adalah takaran maksimum suatu bahan kimia, khususnya Bahan Tambahan Pangan (BTP) atau residu pestisida, yang aman untuk masuk ke dalam tubuh manusia setiap hari sepanjang hidup tanpa menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan. Nilai ADI ditetapkan oleh badan ilmiah internasional seperti JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) melalui serangkaian uji toksikologi yang ketat pada hewan coba. Angka ini biasanya dinyatakan dalam satuan miligram bahan per kilogram berat badan per hari (mg/kg BB/hari). Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengadopsi standar ADI internasional ini untuk mengatur ambang batas maksimum penggunaan BTP dalam produk pangan olahan yang beredar di pasaran.

Fungsi dalam Industri Pangan

Digunakan oleh otoritas pengawas pangan dan industri sebagai acuan standar keselamatan dalam memformulasi produk agar aman dikonsumsi masyarakat secara terus-menerus.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memberikan kepastian ilmiah bahwa BTP yang digunakan aman dalam batas tertentu.
  • Melindungi konsumen dari paparan zat kimia berbahaya secara kumulatif dalam jangka panjang.
  • Menjadi acuan standar global yang diakui oleh lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan FAO.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Bukan merupakan batas pasti keracunan, melainkan ambang batas pengaman yang diberi faktor keselamatan tinggi (biasanya 100 kali lebih rendah dari ambang batas tanpa efek pada hewan coba).
  • Konsumsi produk pangan olahan secara berlebihan dan tidak beragam berpotensi mendekati atau melampaui ambang batas ADI kumulatif dari berbagai sumber.
  • Anak-anak dan kelompok rentan memerlukan perhatian khusus karena rasio berat badan terhadap konsumsi makanan berbeda dari orang dewasa.