Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziPengemulsi (Emulsifier / Pengemulsi Nabati)

Pengemulsi (Emulsifier / Pengemulsi Nabati)

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Secukupnya (Quantum Satis) sesuai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan (Golongan Pengemulsi)
Definisi Ringkas
Bahan tambahan pangan yang membantu menyatukan dua zat yang sulit bercampur, seperti minyak dan air.

Penjelasan Lengkap

Pengemulsi bekerja seperti jembatan molekul: satu ujungnya menyukai air (hidrofilik) dan ujung lainnya menyukai minyak (lipofilik). Berkat pengemulsi, produk seperti cokelat batang, mayones, margarin, biskuit, dan wafer memiliki tekstur lembut merata tanpa ada lapisan minyak yang memisah di permukaan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Mencegah pemisahan lemak pada adonan, melembutkan remah roti, dan menjaga kilau cokelat batang.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Menciptakan tekstur makanan yang lembut, lezat, dan tidak mudah meleleh berantakan
  • Pengemulsi nabati paling umum seperti lesitin kedelai dan mono-digliserida aman dicerna tubuh sebagai lemak normal
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sesuai standar keamanan pangan internasional (JECFA / BPOM)