Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziBrokoli Bubuk

Brokoli Bubuk

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI (Acceptable Daily Intake) spesifik karena dikategorikan sebagai bahan pangan, namun konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan serat harian (sekitar 25-30 gram serat total per hari).
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM terkait kategori pangan dan penggunaan bahan pangan olahan sebagai bahan baku atau bahan tambahan pangan.
Definisi Ringkas
Produk olahan brokoli segar yang dikeringkan dan dihaluskan untuk mempertahankan kandungan nutrisi serta memberikan rasa dan warna alami pada makanan.

Penjelasan Lengkap

Brokoli bubuk diproduksi melalui proses dehidrasi terkontrol, seperti pengeringan semprot (spray drying) atau pengeringan beku (freeze drying), untuk menghilangkan kadar air dari brokoli segar. Proses ini bertujuan untuk memekatkan kandungan serat, vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia seperti sulforafan yang terdapat dalam sayuran aslinya. Dalam industri pangan, bahan ini sering digunakan sebagai agen pengayaan nutrisi atau pemberi warna dan rasa alami pada produk seperti mi instan, biskuit, sup instan, hingga makanan pendamping ASI (MPASI). Penggunaan brokoli bubuk memungkinkan produsen untuk menyertakan profil nutrisi sayuran ke dalam produk olahan yang memiliki masa simpan lebih panjang tanpa harus menggunakan bahan kimia sintetis yang agresif. Secara biologis, brokoli bubuk tetap menyediakan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh, meskipun sebagian kecil vitamin yang sensitif terhadap panas mungkin berkurang selama proses pengolahan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Berfungsi sebagai bahan pengayaan nutrisi (fortifikasi alami), pemberi warna hijau alami, serta penambah profil rasa sayuran pada produk pangan olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Sumber serat pangan yang baik untuk mendukung kesehatan pencernaan.
  • Mengandung senyawa antioksidan alami yang membantu menangkal radikal bebas.
  • Alternatif praktis untuk meningkatkan asupan sayuran dalam diet harian yang sibuk.
  • Bebas dari risiko efek samping bahan kimia sintetis karena berasal dari bahan nabati utuh.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Bagi individu dengan gangguan tiroid, konsumsi berlebih sayuran cruciferous (termasuk brokoli) dalam jumlah sangat besar dapat memengaruhi penyerapan yodium.
  • Tidak disarankan bagi penderita alergi spesifik terhadap brokoli atau sayuran dari keluarga Brassicaceae.
  • Kandungan nutrisi dalam bentuk bubuk tidak dapat sepenuhnya menggantikan manfaat serat dan hidrasi dari sayuran segar utuh.