Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziAlergen Susu Sapi (Protein Susu & Laktosa)

Alergen Susu Sapi (Protein Susu & Laktosa)

Status Keamanan
Perlu Dibatasi / Waspada
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI (Acceptable Daily Intake) karena bukan BTP, namun disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian individu.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan (Wajib mencantumkan keterangan alergen).
Definisi Ringkas
Komponen protein dalam susu sapi yang dapat memicu reaksi sistem imun pada individu yang sensitif atau memiliki intoleransi.

Penjelasan Lengkap

Alergen susu sapi merujuk pada protein spesifik seperti kasein dan whey yang dikenali oleh sistem kekebalan tubuh sebagai ancaman bagi penderita alergi susu. Berbeda dengan alergi, intoleransi laktosa adalah kondisi ketidakmampuan tubuh mencerna gula susu (laktosa) karena kekurangan enzim laktase, yang menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung dan diare. Keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda namun sering dikaitkan dengan produk olahan susu. Dalam industri pangan, protein susu sering ditambahkan sebagai agen pengental, penambah rasa, atau sumber protein tambahan. Bagi masyarakat umum, susu adalah sumber kalsium dan protein yang baik, namun bagi individu dengan kondisi medis tertentu, paparan sekecil apa pun dapat memicu reaksi anafilaksis atau gangguan gastrointestinal yang signifikan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Sebagai sumber protein, agen pengemulsi, penambah tekstur, dan pemberi rasa gurih pada produk olahan pangan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Sumber kalsium dan vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan tulang.
  • Mengandung protein berkualitas tinggi dengan profil asam amino lengkap.
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak jika dikonsumsi oleh individu tanpa alergi.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Dapat memicu reaksi alergi berat (anafilaksis) pada individu yang sensitif.
  • Menyebabkan gangguan pencernaan (diare, kembung) pada penderita intoleransi laktosa.
  • Wajib dicantumkan dalam label pangan sesuai regulasi pelabelan alergen BPOM.