Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziGuanylat

Guanylat

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI (Acceptable Daily Intake) spesifik yang ditetapkan secara ketat karena dianggap aman (not specified), namun tetap dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah wajar sesuai prinsip gizi seimbang.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Definisi Ringkas
Bahan tambahan pangan yang berfungsi sebagai penguat rasa untuk memberikan sensasi gurih yang lebih kuat dan tahan lama pada makanan olahan.

Penjelasan Lengkap

Dinatrium guanilat adalah senyawa turunan nukleotida yang secara alami ditemukan dalam berbagai bahan makanan seperti jamur kering atau daging. Dalam industri pangan, senyawa ini diproduksi melalui proses fermentasi atau sintesis kimia untuk digunakan sebagai penguat rasa (flavor enhancer). Mekanisme kerjanya adalah dengan berinteraksi secara sinergis bersama glutamat (seperti MSG) untuk menciptakan efek 'umami' yang jauh lebih intens dibandingkan jika digunakan secara terpisah. Penggunaannya sangat umum ditemukan pada produk mi instan, bumbu penyedap, camilan gurih, dan makanan kaleng untuk meningkatkan profil rasa produk agar lebih lezat di lidah konsumen. Secara biologis, tubuh manusia memetabolisme senyawa ini menjadi asam urat, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Fungsi dalam Industri Pangan

Meningkatkan intensitas rasa gurih (umami) dan memberikan profil rasa yang lebih kaya pada produk pangan olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Mampu meningkatkan rasa gurih secara signifikan sehingga memungkinkan pengurangan penggunaan garam (natrium) dalam produk.
  • Diakui aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum dalam batas penggunaan yang wajar.
  • Memiliki efektivitas tinggi dalam dosis yang sangat kecil, sehingga tidak mengubah tekstur atau volume produk secara drastis.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah karena proses metabolisme purin, sehingga tidak disarankan bagi penderita gout atau hiperurisemia.
  • Konsumsi berlebih pada individu yang sensitif dapat memicu reaksi alergi ringan atau ketidaknyamanan pencernaan.
  • Penggunaannya harus dibatasi pada produk yang ditujukan untuk bayi dan anak-anak sesuai regulasi keamanan pangan.