Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziBiru Berlian FCF (CI 42090 / Blue 1)

Biru Berlian FCF (CI 42090 / Blue 1)

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
ADI (Acceptable Daily Intake) sebesar 0-6 mg/kg berat badan.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan Pewarna.
Definisi Ringkas
Pewarna sintetis berwarna biru cerah yang digunakan untuk memberikan warna pada berbagai produk pangan olahan.

Penjelasan Lengkap

Biru Berlian FCF adalah pewarna makanan sintetis golongan triarilmetana yang larut dalam air. Secara kimia, senyawa ini diproduksi dari turunan minyak bumi dan sering digunakan dalam industri pangan karena stabilitas warnanya yang baik terhadap cahaya dan panas dibandingkan pewarna alami biru lainnya. Dalam tubuh manusia, sebagian besar zat ini tidak diserap oleh saluran pencernaan dan akan dikeluarkan melalui feses, sehingga paparan sistemik terhadap zat ini relatif rendah. Penggunaannya diatur secara ketat oleh otoritas keamanan pangan global seperti JECFA dan BPOM untuk memastikan konsentrasi yang digunakan tetap berada dalam batas aman bagi konsumen. Meskipun secara umum dianggap aman, beberapa studi observasional terus memantau potensi efek samping pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi.

Fungsi dalam Industri Pangan

Memberikan warna biru yang konsisten dan menarik pada produk pangan seperti minuman ringan, permen, es krim, dan produk susu.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memiliki stabilitas warna yang sangat baik pada berbagai kondisi pH pangan.
  • Tingkat penyerapan sistemik yang rendah dalam saluran pencernaan manusia.
  • Telah melalui evaluasi keamanan ketat oleh JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives).
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Dapat memicu reaksi alergi atau hipersensitivitas pada individu yang rentan, terutama penderita asma.
  • Konsumsi berlebihan pada anak-anak perlu dibatasi untuk menghindari potensi gangguan perilaku yang masih dalam penelitian lebih lanjut.
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan oleh individu dengan gangguan fungsi ginjal atau pencernaan kronis.