Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziHistidina

Histidina

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI spesifik karena merupakan nutrisi esensial; asupan harian mengikuti kebutuhan protein total sesuai AKG yang ditetapkan Kemenkes.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM mengenai Kategori Pangan dan fortifikasi pangan olahan.
Definisi Ringkas
Histidina adalah asam amino esensial yang berperan penting dalam pembentukan protein dan fungsi sistem saraf serta metabolisme tubuh.

Penjelasan Lengkap

Histidina merupakan salah satu dari sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah cukup, sehingga harus diperoleh melalui asupan makanan. Dalam industri pangan, histidina sering ditambahkan ke dalam produk seperti susu formula, minuman nutrisi, atau produk pangan olahan tertentu untuk meningkatkan profil asam amino dan nilai gizi produk tersebut. Secara biologis, histidina adalah prekursor bagi histamin, senyawa yang berperan dalam respons imun dan pengaturan asam lambung. Dalam produk kemasan, histidina biasanya hadir sebagai bagian dari fortifikasi protein atau sebagai komponen alami dari bahan baku berbasis protein seperti susu, kedelai, atau daging. Keberadaannya dalam produk olahan umumnya bertujuan untuk memastikan kecukupan nutrisi bagi konsumen, terutama pada produk yang ditujukan untuk pertumbuhan anak atau pemulihan kesehatan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Sebagai agen fortifikasi nutrisi untuk meningkatkan kualitas protein dan nilai gizi produk pangan olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Merupakan komponen esensial untuk sintesis protein dan perbaikan jaringan tubuh.
  • Mendukung fungsi sistem saraf dan kesehatan metabolisme secara umum.
  • Bahan yang aman dan secara alami ditemukan dalam berbagai sumber protein hewani dan nabati.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebihan melalui suplemen dosis tinggi dapat memicu ketidakseimbangan asam amino lainnya.
  • Individu dengan kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan metabolisme asam amino harus berkonsultasi dengan dokter.
  • Tidak memiliki risiko kesehatan yang signifikan bagi populasi umum dalam konteks konsumsi pangan olahan normal.