Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziPGPR (Polyglycerol Polyricinoleate / E476)

PGPR (Polyglycerol Polyricinoleate / E476)

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
Batas aman harian (ADI): 0–25 mg/kg berat badan (direvisi naik oleh EFSA 2017, sebelumnya 7,5 mg/kg)
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
Definisi Ringkas
Bahan pengemulsi yang membuat cokelat dan margarin lebih encer dan halus tanpa perlu menambah banyak lemak kakao.

Penjelasan Lengkap

PGPR menurunkan kekentalan (viskositas) cokelat cair dan produk berlemak lain, membuat proses pencetakan cokelat lebih efisien dan hasilnya lebih halus. Berbeda dari Ester Poligliserol/PGE (E475) yang berfungsi melembutkan adonan kue, PGPR khusus dipakai untuk mengatur tekstur cair produk berbasis lemak seperti cokelat dan margarin — keduanya sama-sama golongan ester poligliserol tapi fungsinya berbeda.

Fungsi dalam Industri Pangan

Pengemulsi pada cokelat batangan, cokelat lapis (coating), dan margarin agar teksturnya lebih halus dan hemat pemakaian lemak kakao.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Mengurangi kebutuhan lemak kakao sehingga produk lebih efisien diproduksi
  • Menghasilkan tekstur cokelat yang lebih halus dan mengkilap
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi sangat berlebih pernah dikaitkan gangguan pencernaan ringan pada studi hewan dosis tinggi
  • Gunakan sesuai takaran maksimal yang diizinkan BPOM