Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziMinyak Nabati (Vegetable Oil)

Minyak Nabati (Vegetable Oil)

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
Batas asupan lemak total harian maksimal 67 gram (5 sendok makan minyak) per hari menurut Kemenkes RI
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan (Minyak & Lemak Pangan)
Definisi Ringkas
Minyak lemak nabati yang diekstraksi dari tumbuhan, seperti kelapa sawit, kedelai, jagung, atau kelapa.

Penjelasan Lengkap

Minyak nabati adalah istilah umum untuk lemak cair atau semi-padat yang berasal dari sumber tanaman pangan. Di Indonesia, sebagian besar minyak nabati yang digunakan pada biskuit, mi instan, wafer, dan makanan ringan adalah minyak kelapa sawit terfraksinasi (palm olein) karena kestabilannya yang tinggi terhadap panas penggorengan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Bahan baku penggorengan camilan renyah, pelembut tekstur adonan kue, dan pembawa vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Bebas kolesterol alami karena berasal 100% dari sumber nabati
  • Sumber asam lemak esensial dan energi padat untuk tubuh
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Kaya kalori (9 kkal per gram), konsumsi berlebih dapat menyumbang kenaikan berat badan
  • Di Indonesia, "minyak nabati" pada label sering berarti minyak kelapa sawit/palm olein — tinggi lemak jenuh dibanding minyak nabati lain (mis. zaitun, kanola); cek jenis spesifiknya di label kalau tersedia