Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziEkstrak Teh Hijau

Ekstrak Teh Hijau

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI (Acceptable Daily Intake) yang sangat ketat untuk penggunaan dalam pangan olahan, namun disarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen ekstrak teh hijau dosis tinggi secara berlebihan tanpa pengawasan medis.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan dan regulasi terkait penggunaan bahan alami dalam pangan olahan.
Definisi Ringkas
Konsentrat alami dari daun teh hijau yang kaya akan senyawa antioksidan polifenol, terutama katekin, yang digunakan untuk menjaga stabilitas produk dan memberikan manfaat kesehatan.

Penjelasan Lengkap

Ekstrak teh hijau diperoleh melalui proses ekstraksi daun tanaman Camellia sinensis. Dalam industri pangan, ekstrak ini sering ditambahkan ke dalam minuman kemasan, produk susu, atau makanan ringan bukan hanya untuk profil rasa, tetapi terutama sebagai agen antioksidan alami. Senyawa aktif utamanya, yaitu Epigallocatechin Gallate (EGCG), bekerja dengan cara menghambat oksidasi lemak, sehingga membantu memperpanjang masa simpan produk secara alami tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengawet sintetis. Secara biologis, senyawa polifenol dalam ekstrak teh hijau dikenal memiliki aktivitas biologis yang kuat dalam tubuh manusia. Penggunaannya dalam produk pangan olahan di Indonesia umumnya berada dalam dosis yang aman dan terkontrol, berfungsi sebagai bahan fungsional yang memberikan nilai tambah bagi konsumen yang peduli terhadap kesehatan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Sebagai antioksidan alami untuk mencegah ketengikan (oksidasi lemak) dan menjaga kesegaran warna serta aroma produk pangan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Mengandung antioksidan tinggi yang membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh.
  • Merupakan alternatif alami yang lebih disukai dibandingkan antioksidan sintetis seperti BHA atau BHT.
  • Mendukung stabilitas produk pangan secara alami sehingga mengurangi kebutuhan akan bahan kimia tambahan yang agresif.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi dalam jumlah sangat berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau sensitivitas kafein pada individu tertentu.
  • Tidak disarankan bagi individu yang memiliki kondisi medis khusus terkait penyerapan zat besi, karena tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme.
  • Penggunaan dalam produk pangan olahan umumnya sangat kecil, sehingga risiko efek samping dari konsumsi produk kemasan sangat rendah.