Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziBHA (Antioksidan Lemak / E320)

BHA (Antioksidan Lemak / E320)

Status Keamanan
Perlu Dibatasi / Waspada
Batas Asupan Harian (ADI)
ADI (Acceptable Daily Intake) yang ditetapkan JECFA adalah 0-0,5 mg per kg berat badan.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
Definisi Ringkas
Bahan tambahan pangan sintetis yang digunakan untuk mencegah oksidasi lemak dan minyak agar tidak menjadi tengik.

Penjelasan Lengkap

Butil Hidroksi Anisol (BHA) dengan nomor indeks INS 320 adalah antioksidan sintetis yang banyak diaplikasikan dalam industri makanan untuk memperpanjang umur simpan produk yang mengandung lemak atau minyak. Senyawa ini bekerja dengan cara menghentikan reaksi berantai radikal bebas pada proses oksidasi lipid, sehingga menjaga kestabilan rasa, aroma, dan kualitas nutrisi produk dari kerusakan akibat paparan oksigen. Meskipun sangat efektif dan disetujui penggunaannya secara global di bawah batas aman, konsumsi BHA secara terus-menerus dalam jumlah tinggi memicu perdebatan terkait potensi akumulasi dan dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.

Fungsi dalam Industri Pangan

Mencegah ketengikan pada makanan berlemak, mentega, margarin, minyak goreng, sereal siap saji, dan produk daging olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Sangat efektif mencegah kerusakan oksidatif pada lemak pangan.
  • Membantu memperpanjang umur simpan produk sehingga mengurangi limbah makanan.
  • Aman dikonsumsi apabila mematuhi batas maksimum penggunaan yang ditetapkan otoritas kesehatan.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan potensi gangguan endokrin.
  • Beberapa studi hewan menunjukkan potensi karsinogenik pada dosis yang sangat tinggi di atas ambang batas normal.
  • Dapat memicu reaksi alergi atau sensitivitas pada sebagian kecil individu yang rentan.