Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziEkstrak Lemon

Ekstrak Lemon

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI spesifik karena dianggap aman, namun disarankan dikonsumsi dalam jumlah wajar sesuai takaran saji produk.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan (kategori perisa).
Definisi Ringkas
Bahan alami yang diperoleh dari minyak atsiri kulit lemon atau sari buah lemon untuk memberikan aroma dan rasa khas lemon pada produk pangan.

Penjelasan Lengkap

Ekstrak lemon dalam industri pangan umumnya diproduksi melalui proses ekstraksi minyak atsiri dari kulit buah lemon (lemon peel) menggunakan pelarut yang aman atau melalui distilasi. Dalam produk kemasan seperti minuman, biskuit, atau permen, ekstrak ini berfungsi sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) untuk memberikan profil rasa asam segar dan aroma sitrus yang khas tanpa harus menggunakan buah segar dalam jumlah besar. Secara biologis, ekstrak ini mengandung senyawa volatil seperti limonene yang memberikan aroma kuat. Karena konsentrasinya yang tinggi, penggunaan dalam produk pangan biasanya sangat sedikit, sehingga kontribusi nutrisi seperti vitamin C dari ekstrak ini dalam produk olahan cenderung minimal dan tidak signifikan dibandingkan dengan buah segar utuh.

Fungsi dalam Industri Pangan

Memberikan aroma dan rasa khas lemon yang konsisten pada produk pangan olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Merupakan bahan alami yang umumnya dianggap aman (GRAS - Generally Recognized as Safe).
  • Tidak mengandung bahan kimia sintetis berbahaya jika diproses sesuai standar industri.
  • Meningkatkan palatabilitas atau daya terima konsumen terhadap produk tanpa menambah kalori secara signifikan.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap senyawa sitrus atau minyak atsiri tertentu.
  • Konsumsi berlebih dalam bentuk konsentrat murni dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan karena sifat asamnya.
  • Tidak memberikan manfaat gizi yang setara dengan mengonsumsi buah lemon segar.