Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziKakao Bubuk (Cocoa Powder / Bubuk Cokelat)

Kakao Bubuk (Cocoa Powder / Bubuk Cokelat)

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Secukupnya sebagai bagian dari pola makan seimbang (anjuran konsumsi kakao murni ~10-20 gram/hari)
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan (Kakao dan Produk Cokelat)
Definisi Ringkas
Bubuk padatan biji kakao fermentasi murni setelah sebagian besar lemak kakao (cocoa butter) diperas.

Penjelasan Lengkap

Kakao bubuk dihasilkan dari pengolahan biji kakao (Theobroma cacao) yang difermentasi, disangrai, digiling menjadi cairan cokelat (cocoa liquor), lalu dipres untuk memisahkan lemak cokelat. Padatan kering sisanya dihaluskan menjadi bubuk kakao kaya polifenol flavonoid alami yang menjadi bahan baku utama rasa dan aroma cokelat pada biskuit, wafer, puding, dan susu olahan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Memberikan cita rasa, aroma khas cokelat, warna cokelat alami, dan tekstur pada kue, biskuit, es krim, dan minuman.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Kaya senyawa antioksidan flavonoid (flavan-3-ol) yang baik untuk kesehatan pembuluh darah dan fungsi jantung
  • Mengandung mineral esensial alami seperti magnesium, tembaga, dan zat besi
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Mengandung sedikit kafein dan teobromin alami (senyawa stimulan ringan); produk olahan cokelat sering kali dikombinasikan dengan gula pasir tambahan