Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziAsam Propionat & Kalsium Propionat

Asam Propionat & Kalsium Propionat

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
ADI (Acceptable Daily Intake) tidak dinyatakan secara spesifik (not specified) oleh JECFA, yang berarti dianggap aman digunakan dalam jumlah yang diperlukan untuk mencapai efek teknologi yang diinginkan (Good Manufacturing Practice).
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
Definisi Ringkas
Bahan tambahan pangan yang berfungsi sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan kapang dan bakteri pada produk roti serta produk bakery lainnya.

Penjelasan Lengkap

Asam propionat adalah asam lemak rantai pendek yang secara alami ditemukan dalam jumlah kecil pada beberapa makanan seperti keju dan produk fermentasi. Dalam industri pangan, asam propionat dan garam kalsiumnya (kalsium propionat) diproduksi secara sintetis untuk digunakan sebagai agen antimikroba yang efektif, terutama dalam mencegah pertumbuhan jamur (kapang) dan bakteri Bacillus yang menyebabkan roti menjadi cepat basi atau berlendir. Senyawa ini bekerja dengan cara mengganggu metabolisme sel mikroorganisme target tanpa merusak struktur produk pangan itu sendiri. Setelah dikonsumsi, tubuh manusia memetabolisme propionat melalui jalur metabolisme asam lemak normal, sehingga senyawa ini tidak terakumulasi dalam jaringan tubuh. Penggunaannya telah dievaluasi secara luas oleh JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) dan dinyatakan aman dalam batas penggunaan yang ditetapkan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Sebagai pengawet antimikroba untuk memperpanjang masa simpan produk roti, kue, dan produk olahan tepung lainnya dengan menghambat pertumbuhan kapang.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Efektif mencegah pertumbuhan kapang yang dapat menghasilkan mikotoksin berbahaya pada produk roti.
  • Dapat dimetabolisme oleh tubuh manusia dengan aman melalui jalur metabolisme energi normal.
  • Memiliki profil keamanan yang baik dan diakui secara internasional oleh badan otoritas pangan dunia (Codex Alimentarius).
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebihan pada individu yang sensitif dapat memicu gejala iritasi lambung atau gangguan pencernaan ringan.
  • Beberapa studi observasional mengaitkan paparan propionat dosis tinggi dengan perubahan perilaku pada model hewan, namun belum terbukti secara klinis pada manusia.
  • Bukan merupakan pengganti sanitasi yang baik dalam proses produksi pangan.