Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziAlergen Telur & Hasil Olahannya

Alergen Telur & Hasil Olahannya

Status Keamanan
Perlu Dibatasi / Waspada
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batas asupan harian (ADI) karena bersifat alergen; penderita alergi harus menghindari konsumsi sama sekali.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan
Definisi Ringkas
Komponen protein dalam telur yang dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh pada individu yang sensitif.

Penjelasan Lengkap

Alergen telur merujuk pada protein spesifik seperti ovalbumin, ovomucoid, dan conalbumin yang ditemukan dalam putih maupun kuning telur. Bagi individu dengan alergi telur, sistem imun keliru menganggap protein ini sebagai ancaman berbahaya, sehingga memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya yang menyebabkan reaksi alergi.

Fungsi dalam Industri Pangan

Digunakan sebagai agen pengemulsi, pengental, pembentuk struktur (koagulan), serta pemberi rasa dan warna pada produk roti, kue, mayones, dan makanan olahan lainnya.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Sumber protein hewani berkualitas tinggi dengan profil asam amino lengkap.
  • Memiliki sifat fungsional yang sangat baik dalam teknologi pangan untuk tekstur produk.
  • Kaya akan nutrisi esensial seperti kolin, vitamin B12, dan selenium bagi populasi non-alergi.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Dapat menyebabkan reaksi alergi mulai dari urtikaria (biduran) hingga anafilaksis yang mengancam jiwa.
  • Wajib dicantumkan dalam label pangan sesuai regulasi pelabelan alergen BPOM.
  • Tidak ada ambang batas aman bagi penderita alergi; penghindaran total adalah satu-satunya cara pencegahan.