Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziEtil Vanilin

Etil Vanilin

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
ADI (Acceptable Daily Intake) yang ditetapkan JECFA adalah 0-5 mg per kg berat badan per hari.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Definisi Ringkas
Senyawa perisa sintetis yang memberikan aroma dan rasa vanila yang lebih kuat dan intens dibandingkan vanila alami.

Penjelasan Lengkap

Etil vanilin adalah senyawa aromatik buatan yang secara kimiawi mirip dengan vanilin alami, namun memiliki intensitas aroma sekitar tiga kali lebih kuat. Dalam industri pangan, senyawa ini diproduksi secara sintetis melalui proses kimia karena biaya produksi vanila alami (dari biji vanili) sangat tinggi dan ketersediaannya terbatas. Etil vanilin sering digunakan dalam produk olahan seperti biskuit, cokelat, es krim, dan susu formula untuk memberikan profil rasa manis yang khas dan menggugah selera. Secara biologis, etil vanilin diproses oleh tubuh melalui metabolisme hati dan diekskresikan melalui urine. Karena sifatnya yang sangat kuat, produsen hanya memerlukan konsentrasi yang sangat kecil dalam formulasi produk untuk mencapai profil rasa yang diinginkan. Penggunaannya dalam pangan olahan di Indonesia telah diatur secara ketat untuk memastikan bahwa kadar yang ditambahkan tetap berada dalam batas aman bagi konsumen dari berbagai kelompok usia.

Fungsi dalam Industri Pangan

Sebagai bahan tambahan pangan (BTP) perisa untuk memberikan aroma dan rasa vanila yang kuat, stabil, dan ekonomis pada produk olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memberikan konsistensi rasa yang seragam pada produk pangan olahan.
  • Memungkinkan aksesibilitas produk beraroma vanila dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
  • Telah melalui evaluasi keamanan oleh badan internasional (JECFA) dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi dalam batas penggunaan yang wajar.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebihan dalam jumlah ekstrem jarang terjadi karena ambang batas rasa yang sangat kuat akan membuat produk menjadi tidak enak sebelum mencapai dosis berbahaya.
  • Beberapa individu dengan sensitivitas tinggi mungkin mengalami reaksi alergi ringan atau iritasi kulit jika terpapar dalam bentuk murni, namun sangat jarang terjadi pada produk pangan jadi.
  • Bukan merupakan sumber nutrisi, sehingga tidak memberikan kontribusi gizi bagi tubuh.