Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziDekstrin

Dekstrin

Status Keamanan
Netral / Fungsional
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan ADI (Acceptable Daily Intake) spesifik karena dianggap aman, namun disarankan untuk tetap membatasi asupan total karbohidrat sesuai kebutuhan kalori harian.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Definisi Ringkas
Karbohidrat kompleks yang berasal dari hidrolisis pati, sering digunakan sebagai pengental, penstabil, atau pembawa rasa dalam produk pangan olahan.

Penjelasan Lengkap

Dekstrin adalah campuran karbohidrat yang dihasilkan dari pemecahan molekul pati (biasanya dari jagung, singkong, atau kentang) melalui proses hidrolisis enzimatik atau asam. Dalam industri pangan, dekstrin sering muncul dalam bentuk maltodekstrin, yang memiliki sifat mudah larut dalam air dan memberikan tekstur yang halus pada produk makanan tanpa mengubah rasa secara signifikan. Secara biologis, dekstrin dicerna oleh tubuh menjadi glukosa, sehingga memberikan kontribusi kalori yang serupa dengan karbohidrat lainnya. Dekstrin dianggap aman (GRAS - Generally Recognized as Safe) oleh otoritas pangan dunia dan BPOM untuk digunakan dalam berbagai produk seperti susu formula, biskuit, minuman serbuk, hingga bumbu instan. Penggunaannya sangat luas karena kemampuannya dalam menjaga stabilitas produk, mencegah penggumpalan, dan memperbaiki profil tekstur makanan kemasan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Berfungsi sebagai agen pengental, penstabil, pengisi (bulking agent), dan pembawa (carrier) untuk perisa atau pemanis agar lebih mudah dicampur ke dalam produk.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memiliki sifat teknis yang sangat baik untuk menjaga konsistensi produk pangan olahan.
  • Mudah dicerna oleh tubuh dan memberikan sumber energi cepat.
  • Tidak memiliki rasa yang dominan sehingga tidak merusak profil rasa asli produk.
  • Bahan yang stabil dan aman untuk dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, sehingga perlu diperhatikan oleh penderita diabetes atau mereka yang membatasi asupan gula.
  • Konsumsi berlebih dalam produk olahan dapat menambah asupan kalori harian secara signifikan tanpa memberikan rasa kenyang yang lama.
  • Bagi individu dengan sensitivitas pencernaan tertentu, konsumsi dalam jumlah besar terkadang dapat memicu ketidaknyamanan perut.