Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziTokoferol Alami (Antioksidan Vitamin E / E307)

Tokoferol Alami (Antioksidan Vitamin E / E307)

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
ADI (Acceptable Daily Intake) sebesar 0,15-2 mg/kg berat badan per hari.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
Definisi Ringkas
Tokoferol alami adalah senyawa antioksidan yang berasal dari sumber nabati seperti minyak nabati, yang berfungsi mencegah oksidasi lemak dan menjaga kesegaran produk pangan.

Penjelasan Lengkap

Tokoferol alami merupakan kelompok senyawa organik yang secara biologis dikenal sebagai Vitamin E. Dalam industri pangan, tokoferol diekstraksi dari sumber alami seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari, atau minyak kelapa sawit. Senyawa ini bekerja dengan cara memutus rantai reaksi radikal bebas yang menyebabkan ketengikan pada lemak dan minyak dalam produk pangan. Secara biologis, tokoferol tidak hanya berfungsi sebagai pengawet pangan, tetapi juga memiliki aktivitas biologis sebagai vitamin esensial bagi manusia. Sebagai antioksidan, tokoferol sangat efektif dalam melindungi asam lemak tak jenuh ganda dari kerusakan oksidatif, sehingga menjaga kualitas nutrisi dan stabilitas produk selama masa simpan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Mencegah oksidasi lemak dan minyak (ketengikan) serta memperpanjang masa simpan produk pangan yang mengandung lemak tinggi.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memiliki aktivitas biologis sebagai Vitamin E yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
  • Berperan sebagai antioksidan alami yang lebih disukai konsumen dibandingkan antioksidan sintetis.
  • Membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Diakui aman (GRAS - Generally Recognized as Safe) oleh otoritas keamanan pangan dunia.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebihan dalam bentuk suplemen dosis tinggi dapat mengganggu penyerapan vitamin larut lemak lainnya.
  • Individu dengan gangguan pembekuan darah atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah harus berkonsultasi dengan dokter.
  • Meskipun jarang, reaksi alergi dapat terjadi pada individu yang sangat sensitif terhadap sumber bahan baku (misalnya kedelai).
  • Efek samping pencernaan ringan dapat muncul jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat ekstrem.