Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziPewarna Sintetis

Pewarna Sintetis

Status Keamanan
Perlu Dibatasi / Waspada
Batas Asupan Harian (ADI)
Batas asupan harian (ADI) bervariasi tergantung jenis zat warnanya, umumnya berkisar antara 0 hingga 7 mg per kg berat badan per hari.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Definisi Ringkas
Bahan tambahan pangan yang dibuat melalui proses kimia untuk memberikan atau memperbaiki warna pada produk makanan dan minuman agar lebih menarik secara visual.

Penjelasan Lengkap

Pewarna sintetis adalah zat warna buatan yang diproduksi melalui sintesis kimia untuk menghasilkan warna yang lebih stabil, cerah, dan tahan lama dibandingkan pewarna alami. Dalam industri pangan, zat ini digunakan untuk menutupi perubahan warna selama proses pengolahan atau untuk memberikan identitas visual yang konsisten pada produk seperti minuman ringan, permen, biskuit, dan makanan ringan kemasan. Secara biologis, pewarna sintetis tidak memberikan nilai gizi. Tubuh manusia memproses zat ini melalui hati dan ginjal untuk kemudian diekskresikan. Meskipun telah melalui uji keamanan yang ketat sebelum diizinkan beredar, beberapa individu, terutama anak-anak, mungkin menunjukkan sensitivitas terhadap jenis pewarna tertentu yang dapat memicu reaksi alergi atau hiperaktivitas pada kelompok yang rentan.

Fungsi dalam Industri Pangan

Memberikan daya tarik visual, menstandarisasi warna produk agar seragam, dan mengembalikan warna yang hilang selama proses pemanasan atau penyimpanan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Memiliki stabilitas warna yang sangat baik terhadap cahaya, panas, dan perubahan pH.
  • Biaya produksi lebih efisien dibandingkan pewarna alami, sehingga membantu menjaga harga produk tetap terjangkau.
  • Telah melalui evaluasi keamanan oleh JECFA (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) sebelum diizinkan penggunaannya.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Konsumsi berlebih pada anak-anak dikaitkan dengan potensi peningkatan perilaku hiperaktif.
  • Dapat memicu reaksi alergi atau intoleransi pada individu yang sensitif terhadap senyawa azo.
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi secara terus-menerus dalam jumlah besar sebagai bagian dari pola makan harian.