Kamus Gizi & Panduan Bahan Pangan

Ensiklopedia terpercaya untuk memahami setiap istilah informasi nilai gizi, zat aditif pangan (BTP), dan alergen yang tercetak pada label kemasan di Indonesia.

BerandaKamus GiziSerpihan Kentang

Serpihan Kentang

Status Keamanan
Bahan Baik / Esensial
Batas Asupan Harian (ADI)
Tidak ada batasan spesifik (ADI), namun disarankan dikonsumsi sesuai dengan porsi karbohidrat harian yang dianjurkan dalam pedoman Gizi Seimbang.
Dasar Regulasi BPOM
Peraturan BPOM mengenai Kategori Pangan dan standar keamanan bahan baku pangan olahan.
Definisi Ringkas
Produk olahan kentang yang dikeringkan dan dihancurkan menjadi serpihan, berfungsi sebagai bahan dasar karbohidrat atau pengental alami dalam makanan kemasan.

Penjelasan Lengkap

Serpihan kentang dibuat melalui proses perebusan, penumbukan, dan pengeringan kentang segar menggunakan drum dryer. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air sehingga menghasilkan produk yang stabil secara mikrobiologis dan memiliki masa simpan yang panjang tanpa memerlukan pengawet tambahan yang agresif. Dalam industri pangan, serpihan kentang sering digunakan sebagai bahan pengisi (filler) atau pembentuk tekstur pada produk seperti mi instan, biskuit, makanan ringan ekstrudat, hingga sup instan. Secara nutrisi, serpihan kentang mempertahankan sebagian besar kandungan pati kompleks dan serat dari kentang asli. Meskipun telah melalui proses pengolahan, ia tetap menjadi sumber energi yang baik. Penggunaannya dalam produk kemasan umumnya dianggap aman dan merupakan alternatif yang lebih alami dibandingkan dengan penggunaan pati modifikasi atau bahan pengental sintetis lainnya.

Fungsi dalam Industri Pangan

Berfungsi sebagai bahan pengental, penambah tekstur, serta pemberi rasa dan aroma khas kentang pada produk olahan.

Fakta Keamanan & Batasan Konsumsi

Fakta Ilmiah & Sisi Positif
  • Merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi stabil.
  • Bebas gluten secara alami, sehingga aman bagi konsumen dengan sensitivitas gluten.
  • Memiliki kandungan serat yang lebih baik dibandingkan tepung terigu olahan tinggi.
  • Proses produksinya relatif sederhana dan tidak melibatkan banyak bahan kimia tambahan.
Hal yang Perlu Diwaspadai / Batasan
  • Memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, sehingga konsumsi berlebih perlu diperhatikan oleh penderita diabetes.
  • Sering ditemukan pada produk makanan ringan yang tinggi natrium atau lemak, sehingga perlu melihat komposisi keseluruhan produk.
  • Bukan merupakan sumber protein yang signifikan dibandingkan dengan sumber nabati lainnya.